Pamarican,Pemerintah Desa Sidamulih mengadakan berbagai kegiatan dan perlombaan dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesian (HUT Kemerdekaan RI). Salah satu perlombaan tersebut adalah gobak. Permainan gobak merupakan permainan tradisional di Sidamulih. Sayangnya, sekarang banyak warga Sidamulih yang tidak mengetahui permainan gobak ini.
Ketua panitia, Dadang Sugianto,S.Pd berharap, perlombaan permainan gobak membuat masyarakat Sidamulih mengenal kembali permainan tradisional. Menurutnya, permainan gobak mampu meningkatkan kerjasama atau kekompakan serta membangun sportivitas warga.
“Permainan gobak merupakan permainan yang seru. Pada anak-anak, gobaka melatih kecakapan dan keterampilan, terutama untuk tumbuh kembang anak, yaitu kelincahan, kecepatan, dan gerak reflek,” imbuhnya.
Lomba gobak dilaksanakan pada Minggu (09/08/2015) di Lapangan Malabar Dusun Malabar, Desa Sidamulih.
Aturan permainan gobak itu mudah. Pertama, diikuti dua tim (masing-masing 5 orang). Kedua, Pemain penjaga bertugas menjaga pergerakan lawan atau mengepung lawan. Ketiga, permainan dinyatakan selesai apabila saat permainan pemain penjaga menyentuh anggota tubuh lawan.
Keempat, permainan dibatasi waktu, yaitu ditentukan oleh wasit atau sesuai kesepakatan. Kelima, apabila pemain meraih kemenangan terbanyak dalam waktu yang telah ditentukan, mereka menang. Keenam, ukuran area permainan adalah sebesar lapangan voli (sesuai keinginan) yang dibagi menjadi enam ruang.
Suryati (30) mengatakan permainan gobak itu sangat menyenangkan. Menurutnya, gobak bisa meningkatkan kerja sama dan menjalin komunikasi antarwarga. Selain itu, warga bisa lebih mengetahui tentang permainan tradisional yang mulai terlupakan. ”Kami tidak terlalu berharap menang, kami hanya berusaha dan ikut partisipasi, tapi akhirnya menang. Kami sangat senang sekali. Semoga ke depan kami lebih baik lagi,” tambah Suryati.
Selain lomba gobak, panitia juga melombakan kasti, balap karung,panjat pinang,pupuh dan sebagainya. Setiap perlombaan, diikuti perwakilan dari warga tingkat Rw se-Sidamulih. (Tyta/Man)


Sangat inspiratif dan keren, permainan lama yg digali kembali sebagai bagian upaya untuk mengembangkan budaya lokal yg mesti dilestarikan.
Sebuah permainan yang mengasikkan, sayang ditempat saya juga permainan semacam ini sudah ditinggalkan. Sayang banget ….
iya mas sama di daerah saya juga sdh jarang anak2 mainan kaya gini. dah bergeser ke SmartPret… ha ha…
jadi inget masa kecil dulu kalo main ini selalu bikin saya nangis…. gak pernah menang soale… 🙂
Mantap, bikin ingatan kembali pada era 1990an. Permainan favorit warga kala itu. Salut pada Desa Sidamulih yang sudah lestarikan permainan asli Indonesia ini